Analisisdata kualitatif pada dasarnya menggunakan dasar berfikir deduktif. Pada bab ini penulis membicarakan analisis kuantitatif. 2.1.1 Pengertian Analisis Data Kata analysis berasal dari bahasa Greek (Yunani), terdiri dari kata "ana" dan "lysis". Ana artinya atas (above), lysis artinya memecahkan atau menghancurkan.
wwwtopik9.com. wawancara kerja_fughdfg. Saat perekrut dalam wawancara kerja bertanya, "Mengapa kami harus merekrut Anda?" Artinya sama dengan "Apa yang membuat Anda cocok pada posisi ini?". Nah, jawaban yang paling tepat untuk menjawab pertanyaan ini adalah menawarkan diri Anda dengan percaya diri.
TujuanWawancara dan 5 Cara Melakukannya - Selama ini, tentu kita akrab dengan wawancara, baik itu wawancara kerja atau wawancara yang tidak disengaja, misal untuk kebutuhan pemberitaan. Wawancara sendiri secara umum merupakan aktivitas tanya jawab yang dilakukan dengan maksud mendapatkan informasi atau pendapat.
Padaartikel sebelumnya, membuat artikel tentang 35 pertanyaan populer wawancara, dan 10 pertanyaan jebakan saat wawancara. Kali ini akan diulas tentang 23 contoh pertanyaan interview kerja dalam Bahasa Inggris serta artinya. Artikel ini dibuat, untuk membantu Anda dalam menghadapi interview kerja dalam Bahasa Inggris.
Nah teman-teman wajib tahu pertanyaan-pertanyaan yang sering diajukan supaya kamu bisa mempersiapkan jawaban terbaik kamu. Untuk, menggambarkan lebih jelasnya lagi tentang wawancara dengan bahasa Inggris, berikut adalah 21 contoh pertanyaan wawancara kerja Bahasa Inggris : 1.
Sebagaisebuah metode penelitian, maka FGD adalah sebuah upaya yang sistematis dalam pengumpulan data dan informasi. Sebagaimana makna dari Focused Group Discussion, maka terdapat 3 kata kunci, yaitu: a. Diskusi - bukan wawancara atau obrolan. b. Kelompok - bukan individual. c. Terfokus - bukan bebas. Dengan demikian, FGD berarti suatu
4Wawancara dalam Bahasa Inggris dan Artinya; 5 Wawancara Kerja 1; 6 Wawancara Kerja 1. Fokus pada apa yang akan kamu lakukan dalam pekerjaan dan apa yang membuat kamu bersemangat tentang posisi itu, bukan tunjangan atau gaji atau tugas sehari-hari. Pertanyaan-pertanyaan ini harus berkaitan dengan pekerjaan, budaya perusahaan
TahapTahap Dalam Wawancara atau Interview - Suatu kegiatan wawancara dapat terjadi karena adanya tujuan yang telah ditetapkan dengan serius, dengan begitu setiap jenis/tipe wawancara akan memiliki struktur tertentu yang disesuaikan dengan hasil yang diharapkan.Meskipun bentuknya akan bervariasi, namun secara umum prinsip-prinsip dan teknik dasar wawancara akan tetap berlaku dalam 3 (tiga
Tidakharus dalam lingkup ratusan orang. Dan bahkan tidak harus dalam konteks pekerjaan. Jika Anda pernah mensupervisi aktivitas sosial di RW atau kelurahan, maka itu pun sudah cukup. Fokus pada hubungan supervsior dan bawahan hanya akan menghasilkan monolog alih-alih dialog. Dan bekerja dengan saya artinya bakal menang dengan upaya 110
Menyampaikanpertanyaan secara sistematis dan urut. Fokus pada materi wawancara. Tidak menyudutkan narasumber dan tidak membuat tersinggung. Tidak memancing pertanyaan yang menjurus pada fitnah atau mengadu domba. Bersikap objektif dan simpatik. 5. Merangkum dan Menyampaikan Hasil Wawancara dengan Bahasa yang Mudah Dipahami Latihan Soal
Pertanyaanlain berkaitan dengan wawancara, karena para peneliti tidak perlu terlalu lama untuk membaca teks seperti siaran berita. Jika peneliti telah memahami masalah dan masalah yang akan dibahas, panduan wawancara jelas hanya digunakan sebagai pelengkap. Wawancara itu seperti obrolan normal.
Dalammelakukan sebuah wawancara kita harus mampu membaca situasi dan pandai dalam berkomunikasi agar pertanyaan kita memperoleh jawaban yang sesuai dengan keinginan. Sebagai contoh, simaklah teks wawancara singkat antara seorang penanya dan 3 orang narasumber yang membahas tentang keanekaragaman kebudayaan berikut! Pewawancara : 1.
Ciri dari pertanyaan wawancara yang baik adalah pertanyaan tidak menyimpang dari topik yang sedang dibicarakan. • Hal ini tentu sangat logis dan gampang dipahami. • Disamping itu, pertanyaan juga harus fokus dan tepat sasaran. 7. Contoh Pertanyaannya • Sudah berapa tahun Anda menggeluti pekerjaan di bidang tersebut?
wawancaramendalam dan observasi sebagaimana berikut: 1. Wawancara mendalam. Menurut Hadi (2004) wawancara merupakan metode pengumpulan data dengan jalan tanya-jawab sepihak yang dikerjakan dengan sistematis dan berlandaskan tujuan penelitian. Dalam penelitian ini wawancara merupakan alat utama dalam menggali
Saatmenjawab pertanyaan dalam tes wawancara masuk kedinasan kamu memang harus terlihat yakin dan percaya diri. Namun kamu juga harus bisa menjaga sikap kamu agar tidak terlihat berlebihan sehingga malah terkesan sombong dan angkuh di mata pewawancara. Jaga gestur tubuh kamu agar tetap tegap untuk menekankan kesan percaya diri tersebut.
AZmW1HB. Grogi menghadapi pertanyaan saat wawancara kerja beberapa hari lagi? Itu adalah hal yang wajar. Namun tak perlu khawatir berlebihan. Persiapan yang matang akan membuat Anda lebih siap menghadapi segala kemungkinan. Sebagai bekal, berikut ini kami tampilkan tips-tips interview yang bisa Anda terapkan agar sukses menghadapi HRD nanti. Pertanyaan yang Sering Muncul saat Wawancara Kerja Saat interview kerja, kadang pewawancara memang melontarkan pertanyaan tak terduga. Namun sebagian besar pertanyaan yang dilontarkan tidak jauh berbeda, kok. Berikut ini pertanyaan-pertanyaan yang biasa muncul saat interview / wawancara kerja. 1. “Coba ceritakan tentang diri Anda!” Saat diminta mendeskripsikan tentang diri Anda, bukan cuma kepribadian dan kesesuaian karakter Anda dengan perusahaan yang ingin diketahui pewawancara. Pertanyaan seperti ini juga berguna untuk mengukur kemampuan berkomunikasi Anda. Jadi sebisa mungkin jawab dengan tenang tanpa terbata-bata. Lebih baik lagi jika Anda bisa menceritakan hal-hal yang belum tercantum di resume. Pasalnya kemampuan Anda mempresentasikan diri juga dinilai lewat pertanyaan ini. 2. “Kenapa Anda tertarik melamar kerja di perusahaan ini?” Melalui pertanyaan ini, pewawancara ingin tahu sejauh apa keseriusan Anda untuk bergabung dengan perusahaan. Lakukan riset kecil-kecilan mengenai profil perusahaan dan posisi yang Anda lamar. 3. “Tolong jelaskan kelemahan Anda!” Pertanyaan dalam wawancara ini biasanya dilontarkan untuk mengukur kejujuran Anda dalam menilai diri sendiri. Jangan sampai Anda menjawab tidak punya kelemahan. Jawaban ini terdengar tak jujur dan mengesankan arogansi. Sebaiknya carilah satu hal yang bukan termasuk kelebihan Anda, namun juga bukan kelemahan fatal. Pastikan Anda menyertakan solusi yang sudah atau sedang Anda jalankan untuk mengatasi kelemahan tersebut. Jawaban seperti ini menunjukkan kalau Anda adalah sosok yang selalu berusaha untuk menjadi lebih baik. 4. “Kenapa perusahaan ini harus mempekerjakan Anda?” Jangan sampai Anda ketahuan melamar hanya karena posisi tersebut sesuai dengan kualifikasi Anda tanpa memahami deskripsi pekerjaan itu sendiri. Berikan jawaban yang merangkum kualifikasi dan antusiasme Anda untuk bergabung dengan perusahaan. 5. “Apa rencana Anda dalam 5 tahun ke depan?” Pertanyaan dalam wawancara ini bertujuan untuk mengetahui ambisi Anda dalam profesi dan sejauh mana perencanaan yang Anda buat untuk mencapainya. Tentu saja HRD juga ingin tahu apakah rencana jangka panjang Anda sesuai dengan perusahaan atau tidak. Tips Menghadapi Interview dengan Pertanyaan yang Menjebak di Dalam Wawancara Selain pertanyaan-pertanyaan yang disebutkan sebelumnya, kadang pewawancara akan memberikan pertanyaan yang sedikit nyeleneh kepada kandidat karyawan. Berikut ini beberapa di antaranya, seperti dilansir Mashable. 1. “Pencapaian apa yang paling besar dalam karir yang pernah Anda peroleh?” Ini adalah pertanyaan favorit Andrew Shapin, chief executive officer dari Long Tall Sally. Tujuannya adalah mengukur kejujuran calon pegawai mengenai prestasinya. Kemudian, dia akan menarik kesimpulan mengenai kelebihan dan kekurangan calon pegawai tersebut. Kecepatan progress kerja dari seseorang juga bisa dilihat dari pertanyaan ini. 2. “Apa passion Anda?” Hilarie Bass, co-president perusahaan Greenberg Traurig, meyakini bahwa passion seseorang adalah hal penting yang akan mengantarkannya pada kesuksesan. Jika Anda berpikir terlalu lama sebelum menjawab pertanyaan ini, kemungkinan besar nilai Anda di mata pewawancara tidak akan terlalu bagus. 3. “Jika Anda bisa melakukan apapun di dunia ini, pekerjaan apa yang ideal untuk Anda?” Liz Bingham, partner kerja Ernst & Young, mengatakan bahwa pertanyaan ini dimaksudkan untuk mengetahui pendapat dan sudut pandang yang jujur dari calon karyawan. Realistis atau tidak jawaban yang diberikan dari pertanyaan di dalam wawancara tak jadi masalah. Fokus perusahaan adalah ketulusan niat Anda untuk bekerja di bidang yang benar-benar Anda inginkan. Trik Psikologis untuk Menghadapi Pertanyaan dalam Interview / Wawancara Berikut beberapa triknya 1. Pakai Baju Biru, Hitam, atau Putih Survei yang dilakukan oleh CareerBuilder terhadap para manajer personalia dan tenaga sumber daya manusia menemukan bukti bahwa warna pakaian bisa memberikan kesan tertentu di mata pewawancara. Dua puluh tiga persen pewawancara merekomendasikan warna biru yang menunjukkan bahwa kandidat tersebut bisa bekerja dengan tim. Sementara 15 persen merekomendasikan hitam karena warna tersebut mengesankan potensi kepemimpinan. Abu-abu memberikan kesan logis dan analitis bagi si pemakai. Putih merupakan cerminan dari pribadi yang terorganisir. Cokelat mengindikasikan karakter yang bisa diandalkan. Warna oranye dikatakan sebagai yang paling tidak direkomendasikan karena memberikan kesan bahwa kandidat tersebut tidak profesional. Sementara warna merah akan memberikan kesan provokatif, meskipun si pemakai jadi terlihat lebih menonjol. 2. Lakukan kontak mata saat pertama kali bertatap muka Sebisa mungkin kesampingkan rasa jengah dan tatap mata si pewawancara saat kamu pertama kali bertatap muka atau bersalaman dengannya. Selain itu, jaga kontak mata selama sesi tanya jawab dalam wawancara berlangsung. Menurut sebuah studi yang dilakukan dua peneliti dari Northeastern University, orang yang secara konsisten melakukan kontak mata saat berbicara terlihat lebih cerdas daripada mereka yang tidak melakukan kontak mata. 3. Imitasi bahasa tubuh pewawancara Pernah mendengar tentang fenomena psikologis efek bunglon? Ini adalah kondisi di mana orang cenderung saling menyukai saat mereka menunjukkan bahasa tubuh yang serupa. Jadi jika pewawancara mencondongkan tubuh ke depan, lakukan hal yang sama. Begitu juga saat dia meletakkan tangan di atas meja. Tetapi jangan meniru setiap gerak-gerik pewawancara secara berlebihan, ya. Pakar bahasa tubuh Patti Wood mengatakan bahwa imitasi bahasa tubuh lawan bicara memberikan kesan kamu benar-benar memperhatikan dan tertarik dengan apa yang dikatakannya. Sebaliknya jika kamu terlihat pasif, kamu tampak seperti kurang antusias untuk menjadi bagian dari tim atau malah sedang berbohong. 4. Biarkan telapak tangan terbuka atau satukan jari-jari selama menjawab pertanyaan dalam wawancara kerja Menurut Molidor dan Parus, gerakan tangan berkontribusi terhadap kesan yang tersampaikan dalam sebuah wawancara kerja. Membiarkan telapak tangan terbuka mengindikasikan ketulusan. Sementara menyatukan ujung-ujung jari tangan hingga membentuk segitiga menunjukkan kepercayaan diri. Sebisa mungkin jangan meletakkan telapak tangan ke bawah karena akan menunjukkan keinginan untuk mendominasi lawan bicara. Juga jangan menyembunyikan tangan seolah-olah ada sesuatu yang ingin kamu tutup-tutupi. Mengetuk-ngetukkan jari menunjukkan ketidaksabaran. Melipat tangan menunjukkan ketidaksetujuan atau sikap defensif. Dan terlalu banyak menggunakan isyarat tangan bisa membuat pewawancara merasa terdistraksi. 5. Sesuaikan jawaban dengan usia pewawancara Kamu bisa belajar banyak tentang pewawancara dan jawaban seperti apa yang ingin mereka dengar berdasarkan usia generasinya. Dalam buku Crazy Good Interview, John B. Molidor, dan Barbara Parus menulis bahwa kandidat yang diwawancarai sebaiknya bersikap berdasarkan generasi pewawancara Anda. Pewawancara dari Generasi Y antara 20 dan 30 tahun lebih suka melihat contoh visual dari hasil kerjamu daripada sederet keterangan dalam lembar portofolio. Mereka juga cenderung lebih menghargai kemampuan untuk multitasking. dari Generasi X antara 30 dan 50 tahun cenderung menghargai kreativitas dan kandidat yang bisa menyeimbangkan karir dan kehidupan personal. Pewawancara dari generasi Baby Boomer antara 50 dan 70 tahun lebih menyukai pekerja keras dan orang yang bisa menghargai pencapaian si pewawancara. Sementara pewawancara dari Silent Generation antara 70 dan 90 tahun akan menitikberatkan aspek loyalitas dan komitmen terhadap pekerjaan sebelumnya. 6. Berbicara dengan ekspresif ketika menjawab pertanyaan dalam wawancara kerja Menurut Leonard Mlodinow, penulis Subliminal How Your Unconscious Mind Rules Your Behavior, “Jika dua pembicara mengucapkan kata-kata yang persis sama, tapi seseorang berbicara sedikit lebih cepat dan lebih keras dan dengan jeda lebih pendek serta variasi volume yang lebih banyak, pembicara itu akan dinilai lebih energik, berpengetahuan, dan cerdas.” Jika kamu ingin terdengar pintar, hindari berbicara dengan nada monoton. Bicaralah lebih cepat saat mencoba menjelaskan informasi yang kurang penting. Sebaliknya, bicaralah lebih pelan saat mencoba memberikan penjelasan mengenai konsep atau informasi yang kemungkinan belum dikenal pewawancara. Gunakan gerakan tangan, tetapi jangan berlebihan agar perhatian pewawancara tidak terdistraksi. 7. Jangan terlalu menyombong dalam menjawab pertanyaan dalam wawancara kerja Ketika ditanya mengenai kelemahan atau kekurangan, kebanyakan pencari kerja akan memberikan jawaban untuk menonjolkan kelebihan mereka. Ini justru dapat memberikan kesan tak jujur di mata pewawancara. Jawaban seperti “Saya terlalu pekerja keras” atau “Saya kelewat perfeksionis” hanya terdengar meyakinkan jika didukung dengan bukti dan fakta. Ada baiknya untuk menjawab dengan jujur disertai solusi yang sedang atau akan kamu terapkan untuk memperbaikinya. 8. Bersikap ramah dan tegas pada saat bersamaan Salah satu studi dari University of Guelph, Kanada, pencari kerja yang menunjukkan tanda-tanda kecemasan cenderung gagal dalam wawancara. Kecemasan yang benar-benar kentara kerap membuat pewawancara salah paham, menangkap kesan kurang hangat dan kurang tegas karena volume suara yang sangat kecil. Hal tersebut juga mengindikasikan calon karyawan kesulitan untuk memproses dan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pewawancara. “Jika Anda bukan ekstrovert alami, pastikan untuk menjual keahlian Anda,” kata rekan penulis studi Deborah M. Powell kepada Forbes. “Jangan takut mengakui kontribusi Anda untuk sebuah proyek.” 9. Jangan terlalu banyak tersenyum Menunjukkan keramahan memang dianjurkan saat wawancara. Tetapi bukan berarti kamu harus tersenyum sepanjang waktu yang justru tampak dibuat-buat. Hal tersebut terungkap dari studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Department of Veterans Affairs, Northeastern University dan University of Lausanne. Bagian lain dari studi ini menemukan bukti bahwa pewawancara berekspektasi kandidat untuk lebih banyak tersenyum jika mereka hendak melamar posisi sebagai customer service atau tenaga penjualan. Jadi tersenyumlah lebih banyak dan tulus jika kamu melakukan wawancara untuk pekerjaan yang menuntut interaksi dengan pelanggan. Untuk pekerjaan yang lebih membutuhkan keahlian di luar komunikasi, sebaiknya tunjukkan keramahan yang tidak terlalu berlebihan. 10. Persiapkan diri untuk menjawab pertanyaan yang tidak nyaman dalam wawancara kerja Pewawancara pasti akan menanyakan satu atau dua hal yang membuatmu merasa tidak nyaman menjawab. Misalnya kenapa kamu mengundurkan diri dari pekerjaan sebelumnya, apakah kamu bersedia ditempatkan di daerah yang terpencil, dan apakah kamu bersedia untuk menunda rencana pernikahan jika diminta oleh perusahaan. Selalu persiapkan diri untuk menjawab pertanyaan seperti ini. Tak perlu berbohong demi menyenangkan pewawancara. Siapkan saja jawaban yang jujur dan solusi jika kamu keberatan dengan syarat yang diajukan pewawancara. Hindari pula terlalu mengumbar beberapa detail negatif dari pekerjaan terdahulu. Selain Bisa Menjawab Pertanyaan Dalam Wawancara Kerja, Kepribadian adalah Kriteria Paling Utama bagi HRD Sebelum mempelajari tips interview yang baik, Anda perlu mengetahui fakta berikut. Ternyata pengalaman kerja bukan faktor tertinggi dalam kelancaran wawancara kerja. Hal pertama yang diperhatikan HRD adalah kepribadian. Berdasarkan laporan A. Sterview Top Interview dan platform pencarian kerja Resume-Library, kepribadian pelamar kerja mempengaruhi 70 persen penilaian perusahaan, bersamaan dengan keterampilan dan pengalaman. Sementara pendidikan hanya mempengaruhi 18 persen. Menurut artikel lansiran CNBC, ciri-ciri kepribadian yang paling tidak diinginkan dari seorang kandidat karyawan adalah arogansi, ketidakjujuran, kurangnya keandalan, dan pikiran sempit. Tips Menjawab Pertanyaan Dalam Interview Wawancara Kerja Berikut ini adalah tips-tips wawancara sederhana yang perlu Anda ingat dan latih di rumah. Bayangkan Anda sedang menghadapi pewawancara dan jawablah pertanyaan-pertanyaan yang mungkin dilemparkan. Ceritakan kemampuan Anda dengan antusias dan percaya diri. Hindari penjelasan berbelit-belit saat memberi jawaban panjang Tunjukkan bahwa Anda mampu bekerja dalam tim Jangan memikirkan jawaban terlalu lama Jawab dengan diplomatis, tapi tidak muluk-muluk-m Jangan membongkar aib perusahaan sebelumnya jika pernah bekerja di tempat lain Tips Wawancara Online Saat ini wawancara tak harus dilakukan dengan tatap muka secara langsung. Demi kepraktisan dan efisiensi waktu, perusahaan kerap mengadakan interview online lewat panggilan telepon atau video call. Apa yang bisa Anda lakukan saat menghadapi interview seperti ini? Berikut ini beberapa hal yang perlu Anda perhatikan. Pastikan laptop atau perlengkapan gadget yang digunakan berfungsi dengan baik untuk menghindari kesan tidak profesional. Pandang langsung pewawancara, bukan gambar Anda di layar Tetap berpenampilan sopan dan resmi, meskipun Anda tidak berhadapan langsung dengan pewawancara Mekari Talenta, Aplikasi Wajib Bagi HRD Untuk membantu HR dalam mempermudah proses perekrutan karyawan, Mekari Talenta bisa menjadi solusinya. Mekari Talenta merupakan software HRIS yang juga memiliki fungsi lain sebagai aplikasi applicant tracking system atau ATS. ATS sendiri merupakan sebuah sistem untuk melacak proses rekrutmen dari awal hingga proses onboarding karyawan di dalam satu dashboard terintegrasi. Dengan Mekari Talenta, Anda dapat mengumpulkan sekaligus menyaring CV kandidat, memantau sejauh mana proses dari masing-masing kandidat, menjadwalkan interview, hingga proses onboarding dan memindahkan data kandidat ke dalam database karyawan dalam software Mekari Talenta. Dengan demikian, proses rekrutmen jadi lebih mudah dan efisien. Tertarik menggunakan Mekari Talenta? Anda bisa coba demo aplikasinya dan berkonsultasi dengan tim sales kami seputar permasalahan HR Anda sekarang juga. Bonus Contoh Pertanyaan Interview Wawancara Kerja Customer Service dan Jawabannya Pertanyaan Apa yang Anda pahami tentang peran seorang customer service? Jawaban Seorang customer service bertanggung jawab dalam memberikan layanan yang baik kepada pelanggan. Mereka membantu menjawab pertanyaan, menangani keluhan, memberikan solusi, dan menjaga hubungan positif dengan pelanggan. Tujuan utama seorang customer service adalah memastikan kepuasan pelanggan dan membangun hubungan jangka panjang. Pertanyaan Bagaimana Anda menghadapi situasi ketika mendapat keluhan dari pelanggan yang tidak puas? Jawaban Ketika dihadapkan dengan keluhan pelanggan, saya akan tetap tenang dan mendengarkan dengan empati. Saya akan memahami masalah yang dihadapi pelanggan, mengajukan pertanyaan yang relevan untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas, dan mencari solusi yang memuaskan bagi pelanggan. Saya akan berkomunikasi dengan sopan dan memastikan bahwa pelanggan merasa didengarkan dan dihargai. Pertanyaan Bagaimana Anda mengatasi situasi ketika pelanggan marah atau emosional? Jawaban Ketika pelanggan marah atau emosional, saya akan tetap tenang dan berempati. Saya akan memberikan perhatian penuh pada pelanggan, mendengarkan dengan sabar, dan menghindari konfrontasi. Saya akan mencoba mencari solusi yang dapat menenangkan pelanggan dan mengatasi masalah yang ada. Selain itu, saya akan menjaga profesionalitas dan tidak mengambil sikap pribadi terhadap pelanggan. Pertanyaan Bagaimana Anda mengelola waktu dan mengatasi situasi ketika harus melayani banyak pelanggan sekaligus? Jawaban Saya akan menggunakan teknik manajemen waktu yang efektif, seperti membuat prioritas, mengatur jadwal dengan baik, dan mengoptimalkan penggunaan alat bantu seperti sistem manajemen pelanggan atau alat komunikasi internal. Saya akan memastikan bahwa saya memberikan perhatian yang memadai kepada setiap pelanggan dengan tetap memperhatikan kecepatan dan efisiensi dalam pelayanan. Pertanyaan Bagaimana Anda menangani situasi ketika Anda tidak memiliki jawaban atau solusi untuk pertanyaan atau masalah pelanggan? Jawaban Jika saya tidak memiliki jawaban atau solusi langsung, saya akan mengakui hal tersebut dengan jujur kepada pelanggan. Saya akan mengatakan bahwa saya akan mencari informasi lebih lanjut atau berkonsultasi dengan rekan kerja yang lebih berpengalaman untuk memberikan jawaban yang akurat. Selanjutnya, saya akan berkomitmen untuk segera memberikan respons atau menghubungi kembali pelanggan dengan solusi yang tepat. Catatan Jawaban-jawaban di atas hanya contoh dan dapat disesuaikan dengan pengalaman, pengetahuan, dan nilai-nilai Anda. Selalu persiapkan diri dengan mempelajari profil perusahaan dan memahami peran customer service secara mendalam untuk memberikan jawaban yang relevan dan meyakinkan dalam sesi wawancara.
Walk in interview merupakan salah satu hal yang ditunggu para kandidat. Sebab, di momen tersebut, proses melamar kerja bisa berlangsung singkat. Namun, mungkin masih ada yang bertanya-tanya tentang apa itu yang sebenarnya dimaksud dengan walk in interview. Selain itu, mungkin ada juga yang penasaran soal apa saja yang bisa dilakukan agar sukses menjalani walk in interview. Tak perlu khawatir. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Glints akan menyuguhkan penjelasannya dalam artikel kali ini. Yuk, simak selengkapnya di bawah ini. Apa Itu Walk In Interview? © Melansir PeopleHum, walk in interview adalah sesi wawancara layaknya temu dan sapa informal yang diatur oleh perusahaan untuk merekrut sekelompok kandidat dalam waktu singkat. Tidak seperti wawancara terjadwal, kamu tidak perlu membuat janji resmi dengan pihak rekruter untuk sesi ini. Sebab, perusahaan akan mengadakannya ketika mereka berencana untuk merekrut sejumlah orang pada saat yang bersamaan, seperti dalam job fair. Jenis wawancara ini tidak berlangsung lama dan hanya ada beberapa pertanyaan penting yang akan diajukan oleh para rekruter. Dari segi teknis, tidak ada perbedaan yang signifikan antara walk in interview dengan perekrutan atau interview pekerja secara konvensional. Perusahaan akan menerima surat lamaran, portofolio serta dokumen lain yang dibutuhkan, dilanjutkan dengan mewawancarai pelamar kerja. Wawancara dilakukan untuk memastikan pelamar kerja cocok atau tidak di posisi yang tersedia. Bedanya, proses perekrutan berlangsung lebih cepat karena calon pekerja tidak perlu menunggu respons lamaran hingga berhari-hari atau berbulan-bulan. Pelamar kerja bisa mendapatkan kepastian apakah lamarannya diterima atau tidak sesegera mungkin. Teknis Walk In Interview © Freepik Setelah mendapatkan informasi tentang apa itu walk in interview, kamu juga perlu tahu teknis atau tata cara pelaksanaan walk in interview. Kegiatan ini biasanya terbuka untuk umum dengan sasaran utama para job seeker. Lokasinya kebanyakan di hall, hotel, atau tempat besar lainnya. Waktu pelaksanaan tidak dilakukan sepanjang tahun, melainkan bersifat kondisional, hanya beberapa hari atau pekan saja. Durasi penyelenggaraannya juga menyesuaikan kesiapan dan kebutuhan perusahaan. Penyelenggara walk in interview biasanya adalah perusahaan-perusahaan yang membuka lowongan kerja dengan kuota yang cukup banyak. Mereka ditempatkan dalam booth–booth yang tertata sehingga kamu bisa dengan mudah memasukkan lamaran dan melakukan wawancara dengan perusahaan tertarget. Kamu juga bisa mengambil brosur terkait promosi dan info perusahaan ketika mendatangi booth-booth tersebut. Di luar itu, terkadang ada pula perusahaan yang membuka sesi wawancara singkat ini di kantor mereka. Singkat kata, perhelatan walk in interview ibarat pasar tenaga kerja, di mana di dalamnya terdapat interaksi konkret antara perusahaan pencari tenaga kerja dengan para job seeeker.. Dikarenakan teknis perekrutannya melalui wawancara langsung, kamu harus menyiapkan fisik dan mental agar bisa tampil prima dan menyakinkan, hingga kemudian diterima di perusahaan impian. Hal-Hal yang Harus Disiapkan © Freepik Kamu tidak bisa datang ke lokasi walk in interview dengan tangan kosong. Ibarat berperang, kamu butuh sejumlah amunisi agar menang dan mendapatkan apa yang kamu inginkan. Oleh karena itu, tidak hanya pengetahuan tentang apa itu walk in interview yang harus kamu kantongi. Kamu juga perlu mempersiapkan sejumlah hal yang harus dipersiapkan dalam walk in interview. Ini dia sejumlah hal yang harus kamu siapkan sebelum datang ke tempat walk in interview 1. Melakukan riset Kamu tidak bisa datang ke tempat walk in interview dengan kepala kosong. Sebelumnya, kamu harus mencari informasi tentang perusahaan peserta walk in interview. Selain itu, kamu juga harus memilih beberapa lowongan kerja dengan posisi yang benar-benar sesuai dengan keinginan dan kemampuanmu. Pastikan pula penyelenggara dan perusahaan penyelenggara benar-benar terpercaya dan bebas penipuan. Tanpa riset, kamu mungkin akan kebingungan ketika memasuki area walk in interview. Waktu dan energimu bisa saja habis dengan berkeliling-keliling sambil galau memilih booth perusahaan mana yang harus kamu datangi. 2. Mempersiapkan sejumlah dokumen Sebagaimana telah disinggung di penjelasan sebelumnya, walk in interview pada dasarnya seperti proses melamar kerja biasa. Maka dari itu, kamu perlu membawa sejumlah dokumen yang mendukung kelancarannya seperti surat lamaran kerja, cover letter, biodata diri, pas foto, portofolio, serta dokumen lainnya yang dirasa penting. Pastikan semua dokumen itu berada dalam kondisi yang rapi dan bersih, tidak kotor apalagi terlipat. Dokumenmu akan segera diperiksa dan dibaca oleh pihak perusahaan sembari mereka mewawancaraimu. Menurut Naukri, Kondisi dokumen yang siaga dan prima akan menambah nilai positif kamu di mata perusahaan. 3. Mempersiapkan diri Sebagus apa pun dokumen yang kamu bawa, tidak akan ada artinya ketika kamu tidak punya cukup rasa percaya diri. Jadi, siapkanlah mentalmu dengan baik, sehingga kamu bisa menjawab setiap pertanyaan dalam wawancara kerja dengan baik dan bebas grogi. Kamu harus meyakinkan diri bahwa kamu punya cukup kualitas untuk diterima kerja di perusahaan yang kamu pilih. Berpakaian dengan baik dan cukup makan dan minum juga merupakan bagian dari persiapan diri yang tidak boleh diabaikan. Usahakanlah agar kamu memakai pakaian yang sopan, bersih dan rapi. Kamu bisa membawa makanan atau cemilan agar tercegah dari kelaparan dan kehausan. Pertanyaan yang Sering Ditanyakan dalam Walk In Interview Kesiapan mental dan rasa percaya diri biasanya terkikis dalam walk in interview ketika kamu bingung menjawab sejumlah pertanyaan dalam wawancara. Terlebih, jika kamu berstatus fresh graduate dan belum berpengalaman. Oleh karena itu, kamu perlu mempersiapkan jawaban dari pertanyaan yang biasanya diajukan dalam interview kerja. Adapun hal-hal yang sering ditanyakan dalam wawancara kerja di antaranya 1. Silakan ceritakan tentang diri kamu Dengan menanyakan pertanyaan ini, pewawancara ingin mengetahui sejauh mana kamu mengenal dirimu. Sebab, jika kamu telah mengenal diri sendiri dengan baik, sudah bisa dipastikan kamu juga bisa bekerja dengan baik. Ceritakanlah dirimu sendiri dengan penuh percaya diri dan tidak dibuat-buat. Jangan sampai kamu bersikap manipulatif, karena ini akan sangat merugikan. 2. Apa kelebihan dan kekurangan kamu? Pertanyaan ini masih berkaitan dengan yang pertama di mana kamu masih harus menceritakan tentang dirimu, lebih spesifik ke kelebihan dan kekuranganmu. Kamu harus menjawab dengan konsisten, yakni bersikap apa adanya dan penuh percaya diri. Pertanyaan jenis ini akan membuat pewawancara menganalisis tingkat kepercayaan diri dan kejujuranmu dalam menerima keadaan diri sendiri. 3. Apa alasan kamu melamar ke perusahaan ini? Menurut The Balance Careers, pertanyaan ini lazim ditanyakan dalam walk in interview. Kamu harus memiliki motif yang tepat ketika melamar kerja di suatu perusahaan. Artinya, kamu ingin bekerja bukan karena iseng atau untung-untungan belaka. Untuk menjawab pertanyaan ini, kamu harus terlebih dahulu melakukan riset tentang profil perusahaan, lantas menyesuaikan posisi yang kamu lamar dengan passion dan kemampuanmu. Cara ini akan membuat jawabanmu terdengar realistis dan meyakinkan. 4. Mengapa kami harus merekrut kamu? Ketika mendapatkan pertanyaan semacam ini, kamu bisa menceritakan tentang kualitasmu, menyesuaikan dengan posisi atau jabatan yang kamu bidik di perusahaan tersebut. Kamu juga harus mengetahui visi dan misi perusahaan sehingga jawaban yang nantiya terlontar akan mendukung kemajuan perusahaan. Demikianlah informasi lengkap seputar walk in interview hingga strategi terbaik untuk menjalankannya. Intinya, kunci sukses walk in interview ada di riset, persiapan, serta bekal mental dan rasa percaya diri yang tinggi. Agar tidak bingung, jangan lupa untuk catat semua tips dan trik yang sudah Glints berikan di atas, ya! Nah, selain pemaparan di atas, kamu bisa simak informasi lain yang serupa dengan mengunjungi kanal tips interview di Glints Blog. Di sana, terdapat banyak pembahasa seputar tips sukses menjalankan wawancara yang sudah Glints siapkan dalam artikel ringkas khusus untuk kamu. Menarik bukan? Yuk, langsung cek kumpulan artikelnya sekarang juga. Gratis! How to Prepare for a Walk-In-Interview? Walk in Interview What is a walk-in interview?
6 Pertanyaan Kasus dan Contoh Jawabannya1. How do you deal with pressure or stressful situations?Bagaimana kamu mengatasi tekanan atau situasi yang membuat stres?Jangan menghindari pertanyaan ini dengan mengatakan “Saya menjalaninya saja” atau “Saya biasanya tidak merasa stres”. Sebaliknya, bicarakan mengenai strategimu dalam menghadapi stres dan bagaimana kamu membicarakan tekanan yang kamu hadapi. Contoh“I usually break down each project into small tasks and set a schedule for them so I know what needs to be done. If the stress is caused by a colleague or my supervisor, I will try to discuss the problems with them and how we both could handle the situations.”“Saya biasanya membagi tiap proyek menjadi tugas-tugas yang lebih kecil dan mengatur jadwal untuk mengerjakannya sehingga saya tahu apa-apa saja yang harus dilakukan. Jika tekanan tersebut disebabkan oleh rekan kerja atau atasan saya, saya akan mencoba membahas masalah tersebut dengan mereka dan bagaimana kita berdua bisa menanganinya.”Baca Juga Daftar Kosakata Bahasa Inggris Interview Kerja2. What type of work environment do you look for?Lingkungan kerja seperti apa yang kamu cari?Lakukan riset terlebih dahulu mengenai lingkungan dan budaya kerja di perusahaan tempat kamu melamar. Apakah lingkungan tersebut dinamis, fleksibel, konvensional, dan sebagainya. Kemudian jelaskan bagaimana dirimu bisa bekerja dalam lingkungan kerja yang demikian. Berikan jawaban positif dan tunjukkan antusiasmemu. Di akhir, kamu bahkan bisa balik bertanya mengenai seperti apa lingkungan kerja di tempat kamu melamar. Contoh“I love to experience and learn new things. I believe new environment will allow me to either develop my skills or gain new skills. I’m also confident that I can work well both individually and in a team. I am passionate about my work and I really like working with people who feel the same way about theirs and committed in doing their roles.”“Saya suka mendapatkan pengalaman dan pembelajaran baru. Saya percaya lingkungan baru akan memungkinkan saya untuk mengembangkan kemampuan saya atau mendapatkan kemampuan baru. Saya juga percaya diri bahwa saya bissia bekerja baik secara individu maupun dalam semangat dalam bekerja dan saya suka bekerja dengan orang-orang yang memiliki perasaan yang sama tentang pekerjaan mereka dan memiliki komitmen dalam melakukan tugas masing-masing.”3. How do you prioritize your work?Bagaimana kamu memprioritaskan pekerjaanmu?Pewawancara ingin tahu apakah kamu bisa mengatur waktumu dan membuat penilaian yang tepat. Jelaskan dengan jujur strategi atau metode yang umumnya kamu terapkan dalam melaksanakan tugas sehari-harimu, baik itu lewat buku catatan atau aplikasi produktivitas. Kamu juga bisa memberikan contoh nyata yang pernah kamu have a notebook where I write my to-do list at the beginning of each workday. I list them from the highest priority to the lowest. This helps me keep track of what I need to do for the rest of the day. As I know that priorities can change in some situations, I make sure that my to-do list is not overloaded with too many tasks so I can make some adjustments in case something happened.”“Saya memiliki buku catatan dimana saya mencatat to-do list saya tiap awal hari kerja. Saya mengurutkannya dari yang paling penting hingga prioritas yang rendah. Ini membantu saya memantau apa saja yang perlu saya lakukan sepanjang hari itu. Karena saya paham bahwa prioritas dapat berubah dalam situasi tertentu, saya memastikan bahwa daftar saya tidak terlalu penuh sehingga saya bisa membuat beberapa penyesuaian jika perlu.”4. Tell me about the challenges or conflicts you’ve faced at work and how you handled itCeritakan tentang tantangan atau konflik yang kamu hadapi di tempat kerja dan bagaimana kamu menanganinyaCeritakan dengan jujur masalah yang pernah kamu hadapi tetapi bedakan dengan seperti kamu sedang curhat dengan teman. Jawab dengan tenang dan jujur bagaimana kamu menyelesaikan konflik tersebut. Perekrut biasanya ingin melihat kesiapanmu dan bagaimana caramu menangani dealing with conflicts, especially with another person, I try to listen to the other person and understand their point of view. I try to make it like a discussion and not be defensive. For example, there was a colleague of mine in my old workplace who keeps missing the deadline, which slows down our workflow. I tried to talk to her at first but she became very defensive. After work hour, I tried talking to her again, this time I kept my calm and let her know that I understand that the deadlines can be overwhelming. Then, I ask her how I can help her to improve.”Arti“Dalam menghadapi konflik, terutama dengan orang lain, saya mencoba mendengarkan orang tersebut dan memahami sudut pandang mereka. Saya mencoba untuk membuatnya lebih seperti diskusi dan tidak menjadi ada seorang rekan kerja di tempat kerja lama saya yang terus melewati tenggat waktu sehingga memperlambat alur kerja kami. Awalnya saya coba berbicara dengannya tetapi ia menjadi begitu jam kerja, saya coba berbicara lagi dengannya, kali ini dengan tetap tenang dan menunjukkan bahwa saya mengerti bagaimana tenggat waktu bisa begitu membuat kewalahan. Kemudian, saya bertanya padanya bagaimana saya bisa membantunya bekerja dengan lebih baik.” 5. Tell me about a time you failed!Ceritakan tentang waktu kamu mengalami kegagalan!Berikan contoh nyata dimana kamu bisa berterus terang. Jelaskan pula pengertianmu tentang kegagalan. Tunjukkan pula bahwa kamu belajar dari pengalaman once handled the design for a startup company’s campaign project. I poured all my heart to the project and spent almost a week planning the concept. However, when I presented it to them, they didn’t like it. They feel like it didn’t align with the message they want to deliver. I was very upset because I thought I did a good job. This also means that I had shorter time to finish my work. So, I scheduled a meeting with the client to discuss about their needs and objectives. After getting a better idea of what they want, I started working on the design and this time, the client was satisfied with the plan. Our team quickly implemented the concept and delivered a pleasant result. From this, I learned that I should listen and try to fully understand my client point of views instead of relying on my own assumption.”“Saya pernah menangani desain untuk proyek kampanye suatu perusahaan startup. Saya mengerjakannya dengan sepenuh hati dan menghabiskan hampir 1 minggu merencanakan konsepnya. Namun, saat saya menyampaikannya kepada klien, mereka tidak menyukainya. Mereka merasa desain saya tidak sejalan dengan pesan yang ingin mereka sampaikan. Saya merasa kecewa karena saya pikir saya telah mengerjakannya dengan baik. Ini juga berarti saya punya waktu yang lebih singkat untuk menyelesaikannya. Jadi saya menjadwalkan pertemuan dengan klien tersebut untuk mendiskusikan untuk membahas kebutuhan dan tujuan mereka. Setelah mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai apa yang mereka inginkan, saya mulai kembali mengerjakan desainnya dan kali ini klien tersebut merasa puas dengan konsep yang saya buat. Tim kami kemudian segera mengimplementasikan konsep yang sudah disetujui dan memberikan hasil yang memuaskan. Dari sini, saya belajar untuk mendengarkan dan mencoba memahami sudut pandang klien alih-alih mengandalkan asumsi saya sendiri.”6. What do you think we could do better or differently?Menurutmu apa yang bisa kita lakukan lebih baik atau berbeda?Pertanyaan ini bisa menjadi pisau bermata dua. Bagaimana caranya memberikan jawaban yang memukau tanpa terlihat seperti menjelek-jelekkan perusahaan tempatmu melamar?Pertama, respon dengan memberikan komentar positif tentang perusahaan atau salah satu produknya yang kamu tahu. Kemudian berikan masukan yang konstruktif disertai alasan atau perspektif atas masukanmu tersebut. Contoh“As someone who is eager to learn and develop, I always try to think about what I can do and contribute for a company. Your company obviously has a great reputation for being growth-driven, which is why I am interested in this position. With this growth in mind, I believe there’s always room for improvement. I think this company is very good at its offline marketing. However, I feel like the company could be better in developing its social media presence. As we both know, social media allows a more personal connection with the audience and it’s also where most conversation happens. So I think it is really important to have a digital presence, especially considering your target customers are millennials. With my experience in handling several social media projects, I am confident in my ability to improve your company’s social media.”“Sebagai seseorang yang ingin terus belajar dan berkembang, saya selalu berusaha memikirkan apa yang bisa saya lakukan dan kontribusikan untuk sebuah perusahaan. Perusahaan Anda jelas memiliki reputasi hebat sebagai perusahaan yang terdorong untuk terus berkembang, itulah yang membuat saya tertarik dengan posisi ini. Dengan keinginan tersebut, saya percaya selalu ada ruang untuk menjadi lebih baik. Menurut saya perusahaan ini sangat bagus dalam melakukan pemasaran offline. Namun, saya merasa kehadiran media sosial perusahan bisa dikembangkan dengan lebih baik. Seperti yang kita tahu, media sosial memungkinkan hubungan dengan audiens yang lebih personal dan sebagian besar percakapan juga terjadi di sana. Jadi menurut saya sangat penting untuk memiliki kehadiran digital, terutama mengingat target pelanggan Anda adalah generasi milenial. Dengan pengalaman saya menangani beberapa proyek media sosial, saya yakin dengan kemampuan saya untuk meningkatkan media sosial perusahaan Anda.”Baca Juga Contoh Perkenalan Interview Bahasa Inggris6 Pertanyaan LainnyaWhat should I know that’s not on your resume?Apa yang harus saya tahu yang tidak ada dalam resumemu?Jika perekrutmu menanyakan ini, bisa jadi ini menjadi suatu pertanda baik. Artinya, mereka sudah membaca resumemu dan sedang mempertimbangkan apakah kamu cocok atau tidak. Kamu bisa menceritakan sifat positifmu, atau detail yang mengungkapkan tentang diri dan pengalamanmu. What is your salary expectation?Berapa ekspektasi gajimu?PR nomor 1 kamu dalam menjawab pertanyaan ini adalah untuk melakukan riset terlebih dahulu mengenai gaji rata-rata untuk posisi yang kamu lamar. Kamu juga bisa cari rata-rata gaji yang ditawarkan perusahaan tersebut atau perusahaan lain di industri yang sama. Dimana mencarinya? Kamu bisa mencari di internet ataupun bertanya dengan teman-temanmu yang memiliki pengalaman bekerja di industri atau posisi yang serupa dengan yang kamu lamar. Kemudian, patok suatu range berdasarkan pengalaman, pendidikan, dan kemampuanmu. Tunjukkan juga bahwa kamu terbuka untuk negosiasi. Ini menunjukkan bahwa kamu cukup menghargai kemampuanmu, tetapi cukup tertarik posisi tersebut untuk pertanyaan ini diajukan terlalu awal, kamu bisa menunda memberikan angka terlalu awal dan menanyakan lebih lanjut mengenai deskripsi pekerjaan yang kamu lamar terlebih other companies are you interviewing with?Apakah kamu juga melakukan wawancara di perusahaan lain?Pencari kerja mungkin sering mendapatkan pertanyaan ini di akhir sesi wawancara. Perekrut mungkin ingin melihat seberapa serius kamu atau mereka ingin tahu siapa kompetisi yang mungkin mereka hadapi untuk mempekerjakanmu. Tidak perlu berbohong dan mengatakan kamu tidak melakukan proses wawancara di tempat bisa menunjukkan antusiasmemu untuk posisi yang kamu lamar, tapi kamu juga tentu ingin memberikan kesan kalau kamu juga sedang dipertimbangkan oleh perusahaan lain. Tentu jawabanmu harus jujur ya. Jika memang sedang ada proses di tempat lain, jawablah demikian disertai alasan mengapa kamu merasa tertarik dengan posisi dan perusahaan kamu juga melakukan wawancara dengan kompetitor perusahaan tersebut, cukup jelaskan bahwa kamu juga sedang dalam proses rekrutmen di perusahaan lain pada industri yang makes you unique?Apa yang membuatmu unik?Sama seperti pertanyaan lainnya, jawab dengan jujur tanpa dibuat-buat atau dilebih-lebihkan. Beri mereka alasan untuk memilihmu dibanding kandidat lainnya. Berikan jawaban yang relevan dengan posisi yang kamu lamar. Jika kamu masih bingung, kamu bisa bertanya kepada rekan kerja lamamu atau mengingat kembali masukan yang pernah kamu dapat. Fokus pada cukup 1 atau 2 hal saja dan sertakan bukti nyata dalam menjawabnya. Why should we hire you?Kenapa kita harus mempekerjakanmu?Pertanyaan ini bisa begitu mengintimidasi, tetapi inilah kesempatanmu untuk menjual’ dirimu! Buat jawabanmu agar mencakup 3 hal yaitu bahwa kamu tidak hanya melakukan pekerjaan tetapi selalu mencoba memberikan hasil yang terbaik, bahwa kamu akan cocok dengan tim dan lingkungan kerjanya, dan bahwa kamu bisa menjadi karyawan yang lebih baik dibanding kandidat lainnya. Do you have any question?Apakah kamu punya pertanyaan lain?Biasanya pertanyaan ini diajukan sebagai penutup sesi wawancara. Ini merupakan kesempatanmu untuk mencari tahu lebih lanjut apakah pekerjaan dan perusahaan ini cocok dengan dirimu. Apa yang ingin kamu cari tahu lebih lanjut tentang posisi atau perusahaan tersebut? Kamu bisa menanyakan pertanyaan tentang perusahaan tersebut secara general seperti “How would my performance be reviewed?” “Bagaimana performa kerja saya dinilai?” atau menanyakan pendapat dari perekrut itu sendiri seperti “What do you like the most about working here?” “Menurutmu apa yang paling menyenangkan saat bekerja di sini?”.Supaya kamu lancar interview kerja Bahasa Inggris maka kamu perlu kursus bahasa Inggris di Cakap. Tidak hanya untuk interview aja, Cakap bakal bantu kamu jadi kaya native speaker!Baca JugaEbook Belajar Bahasa InggrisBegini Cara Follow Up Hasil Interview Kerja ke HRD yang Benar
Jakarta Untuk bisa menjawab pertanyaan interview kerja yang baik memang perlu persiapan matang. Apalagi, wawancara kerja ini bisa menjadi penentu masa depan kamu di dunia karier, bagaimana karier kamu ke depannya dan uang yang akan masuk ke rekeningmu. Tidak heran menjalani wawancara kerja menjadi suatu hal yang sangat menegangkan bagi banyak orang. Persiapan yang maksimal tentunya perlu kamu lakukan. Tidak hanya dalam urusan penampilan, mengecek lokasi wawancara, menyusun CV berulang kali, kamu juga perlu menyiapkan mental. Ditanya Kapan Siap Bekerja oleh HRD Saat Wawancara Kerja? Ini 7 Alternatif Jawabannya Jangan Gugup, Ini 4 Tips Wawancara Kerja Bagi Introvert Menurut Pakar Karier Perhatikan, Ini Cara Jitu Bertanya Soal Gaji dalam Wawancara Kerja Cara menjawab pertanyaan interview tentunya harus dipersiapkan dari sebelum wawancara kerja. Mengenal perusahaan tempat kamu melamar, mengenali dirimu sendiri, tetap tenang saat wawancara berlangsung, serta menjawab dengan jujur dan percaya diri akan sangat menentukan keberhasilan kamu lolos dari wawancara kerja nantinya. Berikut ini beberapa pertanyaan interview kerja dan jawabannya yang bisa jadi bahan persiapan kamu dikutip dari laman KitaLulus 1. Ceritakan Tentang Diri Anda Pertanyaan ini lazim sekali ditemui dalam interview kerja. Pertanyaan ini diberikan oleh HRD untuk mengetahui karakter dasar yang kamu miliki. Karakter pekerja adalah aspek penting bagi perusahaan. Pekerja yang punya karakter kuat dan tangguh tentu akan disenangi oleh perusahaan. Apalagi jika ternyata karakter yang kamu miliki sesuai dengan visi perusahaan. Bila kamu mendapatkan pertanyaan “Ceritakan Tentang Diri Anda” kamu bisa menceritakan personality kamu. Tapi hindari menceritakan, fokuslah pada informasi yang menunjang dirimu sebagai seorang profesional. Kamu juga bisa memperhatikan beberapa hal ini saat memberikan jawaban. Jangan terlalu panjang. Memang tidak ada aturan mengenai panjang jawaban yang ideal. Tapi agar tidak terlalu lama dan kamu tidak terdengar berlebihan, umumnya waktu menjawab cukup 2 menit saja. Tetaplah otentik dan profesional. Jujur itu penting, kamu tidak perlu menambahkan bumbu-bumbu di jawabanmu hanya untuk terlihat hebat atau mengesankan. Tetap tenang, ketenanganmu saat menjawab akan membuat HRD yakin. Selain memperhatikan hal-hal di atas, tips berikut ini bisa kamu ikuti agar dapat menjawab pertanyaan dengan baik. a. Fokus pada Masa Sekarang Untuk menjawab pertanyaan interview kerja “Ceritakan Tentang Diri Anda” kamu harus fokus pada masa sekarang. Ceritakan tentang pencapaian yang belum lama ini kamu dapatkan. Jika kamu seorang fresh graduate jelaskan apa alasanmu mengambil jurusan tersebut, kegiatan organisasi apa yang kamu ikuti. Lalu jelaskan juga mengenai rencana masa depanmu sampai alasan mengapa kamu tertarik dengan posisi yang kamu lamar. b. Jelaskan Pengalaman Kerja yang Relevan Jika kamu memiliki banyak pengalaman kerja, ada baiknya tidak perlu kamu ceritakan semuanya karena akan terlalu panjang. Jelaskan saja pengalaman kerja yang paling relevan dengan posisi yang sedang kamu lamar. c. Jawab dengan Efektif Hindari menjawab terlalu panjang ketika menceritakan dirimu. Jagalah agar jawabanmu tidak terlalu panjang dan berikan pernyataan yang bisa menunjang karakteristikmu di mata HRD. d. Jangan Dihafal Hindari menjawab pertanyaan “Ceritakan Diri Anda” layaknya kamu menghafal. Ini akan membuat kamu terdengar seperti robot. Jangan menjawab terlalu kaku. Agar terkesan natural, buatlah suasana santai namun tertata. Ingat, kamu harus bisa membuat HRD terkesan dengan jawabanmu! * Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang - Ladies, first impression saat jalani interview pekerjaan adalah hal yang vital. Simak cara menguasainya agar interview kerjamu berhasil, yuk! Creative Tita Chamberlin Editing Abel Risang Apa Kelemahan Kamu?Ilustrasi Wawancara Kerja Credit satu ini juga sering ditanyakan saat interview. Tujuan pertanyaan ini adalah agar HRD tahu apakah kamu mengenal diri sendiri. Saat mendapatkan pertanyaan seperti ini, hindari menjawab "Tidak, saya tidak punya kekurangan", jawaban seperti ini akan membuat kamu terkesan arogan. Pastikan juga tidak menyebutkan kekurangan yang justru menjadi skill utama dalam pekerjaan tersebut, karena hal ini bisa membuat kamu dinilai kurang kompeten. Untuk menjadi pertanyaan apa kekurangan kamu, cobalah jawab dengan jujur disertai bagaimana kamu mengatasi kekurangan itu. Misalnya, "kekurangan saya adalah pelupa, untuk mengatasi hal ini, saya selalu mencatat hal penting yang akan saya lakukan." 3. Apa Kelebihan Kamu? Selain kelemahan, biasanya HRD juga akan bertanya apa yang menjadi kelebihan atau kekuatan kamu. Dari pertanyaan ini, HRD bisa tahu apakah ada kelebihan atau kompetensi yang sesuai dengan posisi yang dibuka. Untuk menjawab pertanyaan ini, cobalah kamu cari tahu skill apa yang dibutuhkan untuk mengisi posisi yang kamu lamar, lalu cocokan dengan kelebihan yang kamu miliki. 4. Apa Hobi Kamu? Pertanyaan ini terkesan sepele, tapi dari pertanyaan ini HRD bisa tahu apa yang kamu lakukan untuk mengisi waktu luang dan seperti apa kepribadian kamu. Untuk menjawab pertanyaan ini, coba sebutkanlah beberapa dan coba kaitkan dengan soft skill tertentu yang mendukung pekerjaanmu. Contoh jawaban "Saya sangat suka traveling, saya akan merencanakan kegiatan traveling mulai dari tempat mana yang akan didatangi dan merencanakan berapa budget yang dibutuhkan. Hobi saya ini membuat saya bisa beradaptasi dengan lingkungan dan menyesuaikan diri. Dari contoh jawaban, kita bisa lihat bahwa kamu mengaitkan hobi traveling dengan kemampuan planning, budgeting, dan kemampuan beradaptasi. 5. Apa Pencapaian Terbaikmu?Begini caranya mendapatkan tawaran gaji tinggi saat wawancara kerja. Jika kamu mendapatkan pertanyaan interview ini, cobalah berikan pencapaian yang terbaru. Maksudnya adalah pencapaian yang sudah kamu capai dalam waktu 1 tahun kebelakang ini. Jangan terlalu lama 3-4 tahun lalu. Apabila kamu fresh graduate, kamu bisa mengaitkan jawaban dengan pengalaman semasa kamu kuliah. Selain itu, kamu juga bisa mengaitkannya dengan posisi yang kamu lamar saat ini. Misalnya, kamu melamar menjadi sales, kamu bisa menjawab pertanyaan ini dengan seberapa banyak Anda bisa mencapai penjualan. Ceritakan juga apresiasi apa yang kamu dapat dari momen terbaik tersebut. 6. Kenapa Kamu Tertarik Melamar di Sini? HRD tentu ingin tahu, apakah kamu sungguh berminat dengan posisi di perusahaan mereka atau hanya sekadar iseng-iseng berhadiah saja. Jika kamu mendapatkan pertanyaan ini, kamu bisa memberikan 3 atau 4 poin positif tentang posisi yang kamu lamar. Usahakan kamu menyampaikannya dengan penjelasan yang sederhana yang bisa meyakinkan. Misalnya, kamu bisa memberikan jawaban seperti berikut ini “Alasan saya melamar di sini adalah karena sedang mencari peluang yang memungkinkan untuk mengasah keterampilan saya dalam bidang sales dengan baik. Saya melihat peluang itu di perusahaan ini.” 7. Darimana Anda Mendapatkan Informasi Tentang Lowongan Ini? Pertanyaan interview kerja ini juga cukup sering ditanyakan oleh HRD. Jika HRD mengajukan pertanyaan ini, kamu bisa berikan keterangan bahwa kamu seorang yang passionate dan sangat ingin bekerja di posisi yang kamu lamar. Jika kamu mengetahui lowongan pekerjaan dari teman yang bekerja di perusahan tersebut, jangan ragu untuk sebut nama temanmu. 8. Apa yang Anda Ketahui Tentang Perusahaan Ini? Ini juga menjadi salah satu pertanyaan yang cukup sering ditanyakan oleh HRD saat interview kerja. Jadi pastikan kamu mencari tahu terlebih dahulu mengenai perusahaan yang kamu lamar. Tujuan dari pertanyaan ini sendiri adalah untuk memberikan gambaran seberapa jauh kamu tahu mengenai visi dan misi dari perusahaan. Sedikit tips yang bisa kamu coba untuk menjawab pertanyaan ini pastikan kamu fokus menerangkan sisi positif dari perusahaan. Tunjukan bahwa perusahaan mempunyai keunggulan-keunggulan yang membuat kamu tertarik. 9. Apa Saja yang Anda Ketahui Tentang Posisi yang Dilamar?Ilustrasi Wawancara Kerja Credit interview kerja ini diajukan untuk mengetahui bahwa kamu benar-benar tahu mengenai apa saja yang akan jadi tugas kamu nantinya. Dengan pertanyaan ini, HRD bisa mengetahui seberapa kompeten kamu. Kamu bisa mencari tahu tugas apa saja yang memang jadi tanggung jawab dari posisi yang kamu lamar. 10. Skill apa yang Kamu Miliki untuk Mendukung Pekerjaan Ini? Kamu bisa saja akan mendapatkan pertanyaan seperti ini, oleh karena itu sangat penting untuk memperdalam pengetahuan seputar posisi yang kamu lamar. Sehingga kamu bisa menonjolkan yang sesuai. Baik itu hard skill atau soft skill. Untuk pertanyaan seperti ini, kamu bisa menjawab dengan menunjukkan portofolio, menunjukkan pelatihan atau sertifikat yang pernah kamu ikuti dan dapatkan. Serta kemahiran kamu menguasai software yang mendukung pekerjaan yang kamu lamar. 11. Kontribusi Apa yang Bisa Kamu Berikan Bila Diterima? Bila kamu mendapatkan pertanyaan ini dari HRD, pastikan kamu memikirkan dengan sungguh-sungguh jawabannya. Kamu bisa menjawab pertanyaan ini sesuai dengan kemampuan serta pengalaman yang kamu miliki. Kamu bisa menceritakan pengalaman di perusahaan kamu sebelumnya, ceritakan pencapaian serta prestasi yang kamu raih untuk meyakinkan HRD. Lalu, bagaimana bila belum memiliki pengalaman? Kamu bisa menceritakan kontribusi yang kamu berikan saat kamu mengikuti organisasi, kepanitiaan, atau kegiatan lainnya. Ceritakan juga bahwa kamu sanggup belajar dari awal apabila diterima di perusahaan. 12. Apa Rencana Anda Dalam 5 Tahun Ke Depan? Ada beberapa maksud dari pertanyaan ini, maksud pertama adalah untuk mengetahui apakah kamu seorang yang visioner. Kedua untuk mengetahui berapa lama kamu ingin bergabung di perusahaan. Jangan sampai ternyata perusahaan mempekerjakan “kutu lompat”. Tentu kamu tidak bisa menjawab belum tahu apa lagi lihat bagaimana nanti. Untuk menjawabnya uraikan apa yang kamu inginkan di masa datang. Pastikan kamu menyertakan perusahaan yang kamu lamar dalam rencana itu. 13. Kenapa Kami Harus Menerima Kamu di Perusahaan Ini? Jika kamu disodorkan pertanyaan ini, kamu bisa menjawab dengan menjelaskan professional skills atau personal qualities yang membuat kamu lebih unggul dari kandidat lainnya. Hindari jawaban personal seperti "Karena saya butuh pekerjaan ini, tolong terima saya!". Daripada seperti itu, kamu bisa menjawab seperti ini "Saya memiliki kemampuan manajemen waktu yang baik, saya lihat ini menjadi salah satu kriteria yang dicari oleh perusahaan. Manajemen waktu adalah salah satu kelebihan saya. Selain itu, saya juga memiliki skill yang dibutuhkan untuk posisi ini, seperti desain visual, animasi, dan editing video. 14. Bagaimana Kamu Menghadapi Stres dan Tekanan? Pertanyaan ini diajukan agar HR tahu bagaimana kamu mengelola stres dan tekanan yang disebabkan oleh pekerjaan dan lingkungan sekitar. Apakah kamu bisa mengelolanya dengan baik atau tidak. Karena bila kamu tidak bisa mengendalikan stres dan tekanan dengan baik, ini akan berpengaruh pada performance. Tentu kamu tidak bisa bilang jika kamu tidak pernah merasa stres atau tertekan. Untuk menjawab pertanyaan ini, kamu bisa menjawab jujur. Kamu bisa menceritakan pengalaman kamu dalam manajemen stres dan berhasil. Contoh jawaban "Stres dan merasa tertekan karena pekerjaan hal wajar. Biasanya ketika saya mengalami hal ini, saya akan mengambil waktu istirahat untuk menenangkan pikiran. Setelah itu, saya menganalisis apa yang menyebabkan saya stres dan tertekan. 15. Apakah Kamu Tidak Berkeberatan untuk Bekerja Lembur? Ilustrasi wawancara kerja. Sumber foto jarang, HRD juga akan menanyakan hal ini. Saat kamu mendapatkan pertanyaan ini, tetaplah menjawab dengan jujur mengenai kemampuan waktu kerja yang kamu miliki. Apakah kamu bersedia atau tidak. Berikut ini jawabannya "Saya bersedia bekerja lembur dan bekerja sesuai dengan jadwal kerja yang telah ditetapkan perusahaan. Saya juga tidak keberatan bila harus bekerja di akhir pekan untuk jadwal lembur selama itu diberitahukan lebih dulu beberapa hari”.. 16. Apakah Kamu Bersedia Ditempatkan di Luar Kota? Bila kamu melamar di posisi tertentu, yang mengharuskan kamu melakukan perjalanan dinas, HRD akan menanyakan hal ini. Biasanya ini kerap terjadi bila kamu melamar pekerjaan di perusahaan skala besar, di mana perusahaan seperti itu memang mencari karyawan yang siap ditempatkan dimana saja. Oleh karena itu, sebelum interview, ada baiknya kamu mencari informasi mengenai perusahaan yang kamu lamar, mulai dari letak kantor cobang, hingga jaringannya. Sehingga kamu bisa memperkirakan di mana saja kamu mungkin ditempatkan. 17. Kenapa Kamu Memilih Resign dari Pekerjaan Sebelumnya? Ini adalah salah satu pertanyaan interview jebakan. Menjawab pertanyaan ini akan berpengaruh kepada reputasimu di mata HRD. Seburuk apapun keadaan kantor lama mu, cobalah untuk tidak menjelek-jelekkan atasan atau tempat kerja sebelumnya. Kamu hanya cukup jawab "Saya ingin mengembangkan kemampuan saya di industri yang berbeda sehingga skill saya lebih terasah.” 18. Apakah Kamu Juga Melamar di Perusahaan Lain? Tidak perlu takut menjawab jujur saat kamu ditanyakan hal ini. Jangan juga menjadi negatif thinking dengan berpikir HRD akan melepaskanmu karena sudah melamar di banyak perusahaan. HRD juga sebenarnya sudah tahu pasti setiap kandidat melamar di beberapa perusahaan. Pertanyaan ini sendiri dimaksudnya apabila kamu dianggap kandidat yang paling sesuai, kamu akan segera diberikan offering letter sebelum kamu menerima perusahaan lain. Kamu bisa menjawab pertanyaan ini dengan jujur tapi tidak perlu terlalu detail. Misalnya kamu tidak perlu menyebut nama perusahaan, cukup sebutkan bidang industri perusahaan tersebut. Contoh jawabannya "Saya melamar di beberapa perusahaan juga, di bidang otomotif, manufaktur, dan lainnya. Tapi besar harapan saya untuk bisa diterima di perusahaan ini." 19. Lingkungan Kerja Seperti Apa yang Kamu Sukai?Ketahui warna baju yang terlarang dan tak boleh dipakai saat wawancara kerja. pexels/amy hirschi.Jika HRD menanyakan hal ini, sebaiknya kamu jawab dengan jawaban yang berhubungan dengan culture perusahaan yang kamu lamar. Misalnya, perusahaan yang kamu lamar memiliki culture fleksibel, maka kamu bisa menjawab dengan jujur bahwa kamu menyukai lingkungan kerja yang fleksibel. 20. Bagaimana Kamu Mengatur Prioritas dalam Bekerja? Pertanyaan ini diajukan untuk mengetahui bagaimana kamu membagi berbagai tanggung jawab yang mesti dikerjakan. Kamu bisa menjawab pertanyaan ini dengan menceritakan pengalaman yang pernah kamu alami. Ceritakan bagaimana membagi waktu kamu dan metode kamu dalam menyusun prioritas. Misalnya, "saya akan menyusun pekerjaan berdasarkan pekerjaan dari yang paling penting-mendesak, penting-tidak mendesak, mendesak-tidak penting, dan tidak mendesak-tidak penting. Dengan begitu, saya bisa menyelesaikan pekerjaan dengan optimal". 21. Menurut Kamu, Apa yang Membuat Perusahaan Ini Berbeda dengan Perusahaan Sejenis Lainnya? Tidak perlu kaget ketika HRD menanyakan ini kepada kamu. Kamu bisa menjawab dengan menekankan kelebihan dari perusahaan tersebut. Misalnya "Perusahaan ini menghasilkan produk yang berkualitas dan terkenal karena lingkungan kerjannya yang baik." 22. Berapa Gaji Kamu Saat Ini? Mendapatkan pertanyaan ini pasti sedikit membingungkan. Sebenarnya, untuk menjawab pertanyaan ini, kamu hanya perlu menjawab range gaji kamu saat ini dan sebutkan angka yang lebih tinggi dan jangan ada keraguan saat menyebutkannya untuk mendapatkan tawaran gaji yang lebih tinggi. Contoh jawabannya "Saat ini gaji saya ada di range belum termasuk tunjangan,". 23. Berapa Gaji yang Kamu Harapkan?Ilustrasi wawancara kerja/copyright shutterstockJika kamu seorang fresh graduate, kamu bisa riset kisaran gaji untuk posisi yang kamu lamar dan daerh tempat kerjanya. Karena UMP dan UMR tiap daerah berbeda-beda. Dari riset tersebut kamu bisa menyesuaikannya dengan skill dan kebutuhan hidup. Hindari untuk menjawab "Sesuai standar perusahaan saja" karena ini bisa membuat kamu mendapatkan gaji terendah." Bila kamu sudah berpengalaman, kamu bisa menjawab seperti berikut "Melihat pengalaman dan keterampilan saja, saya mengajukan gaji dengan kisaran 6 sampai 8 juta namun saya masih terbuka untuk negosiasi terkait gaji tersebut. 24. Kapan Kamu Bisa Mulai Bekerja? Tidak perlu bingung bila mendapatkan pertanyaan seperti ini, kamu bisa memberikan jawaban yang sesuai dengan kondisimu. Jika kamu fresh graduate dan belum bekerja, maka kamu bisa menjawab "Saya bisa bergabung sesegera mungkin." Tapi bila kamu saat ini masih bekerja, kamu harus menyelesaikan one month notice selama satu bulan. Jadi kamu bisa menjawab "Saya baru bisa bergabung di perusahaan ini 30 hari setelah mengundurkan diri disetujui perusahaan". 25. Apakah Anda Memiliki Pertanyaan? Biasanya sebelum mengakhiri sesi interview, HRD akan bertanya apakah kamu memiliki pertanyaan. Usahakan setidaknya memberikan satu pertanyaan jangan sampai tidak sama sekali. Ini untuk menunjukan betapa tertariknya kamu dengan posisi yang kamu lamar. * Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
pertanyaan dalam wawancara harus fokus artinya